Industri konstruksi menyumbang sekitar 8% emisi CO2 global, sebagian besar berasal dari produksi semen Portland konvensional. Inovasi material beton berbasis geopolimer hadir sebagai solusi konstruksi yang lebih hijau tanpa mengorbankan performa struktural.
Apa itu Beton Geopolimer?
Beton geopolimer menggunakan precursor material aluminosilikat seperti abu terbang (fly ash) dari PLTU sebagai pengganti semen Portland. Reaksi polimerisasi yang terjadi menghasilkan matriks binder yang kuat dengan emisi CO2 hingga 80% lebih rendah.
Hasil Uji Laboratorium
Pengujian di laboratorium material ITS menunjukkan bahwa beton geopolimer berbasis abu terbang PLTU Paiton mencapai kuat tekan 52 MPa pada usia 28 hari, melampaui mutu beton normal K-350 yang umum digunakan untuk infrastruktur.
Ketahanan terhadap sulfat dan klorida juga jauh lebih baik, menjadikannya ideal untuk konstruksi jembatan di lingkungan pesisir Indonesia.