Memasuki tahun 2026, ekonomi Indonesia berhadapan dengan lanskap global yang penuh ketidakpastian. Namun, fundamental ekonomi domestik yang solid memberikan pondasi yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Proyeksi Pertumbuhan

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1-5,5% pada 2026, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, akselerasi investasi infrastruktur, dan pemulihan ekspor komoditas.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:

  • Ketegangan geopolitik yang berdampak pada rantai pasok global
  • Volatilitas harga energi dan komoditas
  • Potensi perlambatan ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama
  • Tekanan inflasi dari normalisasi kebijakan pangan global

Strategi Kebijakan

Pemerintah perlu mempertahankan surplus neraca perdagangan sembari secara agresif mendiversifikasi pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia di rantai nilai global.

Dr. Reza Aditya
Penulis
Dr. Dr. Reza Aditya, S.E., M.Sc.
Ekonomi Makro & Keuangan Publik

Ekonom dan analis kebijakan ekonomi. Spesialis di bidang ekonomi makro, keuangan publik, dan pembangunan ekonomi regiona...

Lihat Profil