Pendidikan & Riset

Open Access Jurnal Ilmiah: Haruskah Semua Penelitian Publik Bisa Diakses Gratis?

Rizky Pratama · 1 month ago 450
Debat panjang di dunia akademis ini kembali relevan. Di satu sisi, penelitian yang didanai publik seharusnya bisa diakses publik. Di sisi lain, penerbit jurnal membutuhkan sumber pendapatan untuk operasional.

Perkembangan terkini: beberapa pemberi dana penelitian besar sudah mewajibkan open access sebagai syarat hibah.

Di Indonesia, regulasi tentang open access untuk penelitian berbiaya pemerintah sudah ada, namun enforcement-nya masih lemah.

Bagaimana pandangan rekan peneliti? Apakah model Article Processing Charge (APC) itu adil? Atau ada model alternatif yang lebih baik?
3 Balasan

3 Balasan

Dr. Reza Aditya
Dr. Dr. Reza Aditya, S.E., M.Sc. Ekonomi Makro & Keuangan Publik 1 month ago
Resistensi antimikroba memang menjadi perhatian serius di berbagai fasilitas kesehatan. Tren infeksi yang resistan terhadap banyak antibiotik meningkat secara konsisten.

Solusi paling mendesak adalah penerapan antibiotic stewardship yang terstruktur: mulai dari panduan klinis berbasis bukti hingga sistem monitoring yang bisa mendeteksi pola resistensi lebih awal.
Administrator 1 month ago
Poin yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Ada referensi atau studi yang bisa dishare terkait hal ini?
Maya Sari
Maya Sari 1 month ago
Evaluasi yang komprehensif. Saya ingin menambahkan satu poin: ketimpangan kapasitas institusional.

Institusi dengan jaringan industri yang luas bisa menjalankan program praktis dengan baik. Namun institusi di wilayah yang ekosistem industrinya masih berkembang menghadapi kesulitan mencari mitra yang qualified.
Tulis Balasan