Logo Perusahaan

BASECAMP AHLI

Builds Civilizations Togethers

Buah Pinang Butuh Dukungan Akses Pemasaran Dan Pemerintah

10 January 2026 Muhamad Yarfi
Buah Pinang Butuh Dukungan Akses Pemasaran Dan Pemerintah

Pinang (Areca Catechu) merupakan tanaman yang sekeluarga dengan kelapa. Salah satu jenis tumbuhan monokotil ini tergolong palem-paleman. Secara rinci, sistematik pinang yaitu Divisi: Plantae; Kelas: Monokotil; Ordo: Arecales; Famili: Araceae atau palmae (palem- paleman); Genus: Areca; Species: Areca catheu. Di masyarakat umumnya spesies ini sering disebut dengan pinang atau pinang sirih. Nama lain dari pinang adalah Jambe, Penang, Woham, Pineng, Pineung (Jawa), Batang Mayang, Batang Bongkah, Batang Pinang, Pining, Bonai (Sumatera), Gahat, Gehat, Kahat Laam, Hunoto, Luguto, Poko Rapu, Amongun (Sulawesi), Biwa, Biwasoi, Mucillo Palm (Maluku). Pinang atau dengan nama dagang Betelnuts tumbuh pada dataran rendah dan sedang pada ketinggian 1-400 meter dari permukaan laut, sedangkan ketinggian dalam mencapai kapasitas produksi adalah 1-100 meter dari permukaan laut. Pohon ini identik dengan pohon kelapa sehingga dapat ditemui disepanjang pesisir pantai Indonesia atau di Negara-negara yang beriklim tropis dan merupakan jenis tanaman keras. Biji pinang merupakan hasil pertanian yang memiliki banyak manfaat, seperti mengatasi berbagai jenis penyakit, mengatur pencernaan dan mencegah kantuk, bahan kosmetik dan pelangsing, bahan baku obat, dan sebagai antidepresi. Berbagai bentuk biji pinang ada di pasaran berupa biji utuh, belah, maupun irisan. Biji pinang belah berkualitas baik memiliki ciri berwarna coklat muda bercorak putih. Biji berkualitas rendah berwarna coklat tua. Klasifikasi biji pinang belah merupakan tahapan penting dalam menentukan kualitas dan nilai ekonominya. Terkait Pemasaran nya, buah pinang masih memiliki kedala diantaranya adanya penetapan tarif ekspor yg tinggi oleh nnegara tujuan ekspor dan spesifiknya negara yang memanfaatkan pinang sehingga akses negara tujuan terbatas, sehingga kendali harga ditentukan oleh importir dan negara tujuan ekspor. oleh karena itu perlunya dukungan pemerintah melalui beberapa hal :

  1. Kebijakan nasional perdagangan Pinang dan turunannya dan daerah perlu ditata sehingga akan menjadi referensi harga nasional bagi Indonesia yang dapat diakses stakeholder
  2. Diperlukan pemetaan wilayah penghasil Pinang guna membuat percontohan SRG dan yang paling potensial terbesar adalah di Jambi, Medan, Aceh dengan dukungan penuh dari Pemda
  3. Memanfaatkan Skema Sistem Resi Gudang (SRG)